![]() |
| Ketua Laskar Muda Pulau Taliabu, Sukarso Sangaji |
Seperi halnya terjadi di SMA Negeri 2 Taliabu Barat di Bobong. Sekolah ini hanya kepala sekolah, tidak ada bawahan. Kepala sekolah merangkap guru mata pelajaran. Meski demikian, Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara Perwakilan Sula dan Taliabu terkesan diam.
Sebab itu, Ketua Laskar Muda Pulau Taliabu, Sukarso Sangaji mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku Utara segera berkoordinasi dengan Pemerintah kabupaten Pulau Taliabu segera mengatasi kekosongan guru di SMA Negeri 2 Pulau Taliabu ini.
Minimal, sebagian guru kontrak SD dan SMP diperbantukan di SMA dan SMK. Dengan catatan, gaji mereka disharing antara Pemda dan Dikbud provinsi. Apabila ini dilakukan, Laskar Taliabu yakin, persoalan kekosongan guru sedikit bisa diatasi.
“Selama ini tidak ada koordinasi antara UPTD Perwakilan Sula-Taliabu dengan Pemda setempat untuk mencari solusi. Karena itu kami mendesak agar gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba mengganti kepala UPTD Perwakilan Sula-Taliabu karena dianggap tidak peduli dengan kondisi kekosongan guru disana. Akibatnya, yang jadi korban adalah siswa,” tegas Sukarso. (rdx)
