30 November 2017

Pemprov Maluku Utara Multi Krisis

SOFIFI-Pemerintah provinsi Maluku Utara kini mengalami multi krisis. Selain mengalami krisis keuangan yang tak habis-habisnya, kini pemprov dilanda krisis listrik. Pada Rabu (29/11), beberapa petugas PLN Area Sofifi mendatangi kantor dan kediaman gubernur memutuskan aliran listrik, karena tiga menunggak pembayaran senilai Rp 280 juta.

Ketua Tim pemutusan Aera Sofifi, Ansar Umasangaji  mengaku, sebelum mengambil tindakan pemutusan, pihaknya berkoordinasi meminta  Pemprov segera membayar tunggakan. "Kita sudah berkoordinasi  dengan kepala Biro Umum dan Perlengkapa Setda Pemprov Darwis Pua serta Sekda Muabdin Hi Rajab, hanya saja  belum ada  direalisasikannya," kata Ansar.

Dikatakan,  tunggakan listrik di kediaman  dan kantor gubernur tiga bulan sejak September, Oktober dan November  sejumlah Rp 280 juta. "Tiga bulan pemprov belum bayar tunggakan  PLN," ujarnya usai  pemutusan di kargo depan kediaman gubernur.

Ansar menyebut,  penyumbang listrik paling besar ada  dikediaman dan kantor gubernur wilayah aera Sofifi. Sehingga  PLN ingin membuat laporan  akhir tahun perlu ada ketegasan. "Kami melakukan pemutusan karena PLN ingin membuat laporan akhir tahun. Jadi bukan hanya kantor saja, rumah masyarakat yang menunggak  dua hari   lakukan pemutusan," kata Ansar. Pantauan media ini, akibat pemutusan listrik, aktivitas  kantor gubernur tergangu. (fab)
Berita Sebelumnya
Selanjutnya

Diposkan Oleh :