TERNATE–Bupati Halmahera Barat Danny Missy resmi bergabung ke
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan berjaket moncong putih.
Padahal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hanura mengusung Danny
menjadi Bupati Halmahera Barat pada Pilkada Serentak 2015.
Danny dilantik menjadi kader PDIP Halmahera Barat oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Kamaludin Watubun di acara Rakerda PDIP Maluku Utara di Royal Resto Ternate, Sabtu (5/8). Dia juga memakai almamater PDIP berwarna merah. Usai pelantikan, Danny mengaku tidak ada alasan dirinya bergabung ke PDIP. “Saya pilih berbangung dengan PDIP bukan karena ideologinya, tapi juga karena visi dan misi partai tersebut,” jelas dia.
Menurut Danny, setelah pelantikan ini, dirinya langsung balik ke Halmahera Barat melaksanakan rapat bersama dengan seluruh pengurus DPC PDIP. “Setelah pelantikan ini, saya langsung ke Halmahera Barat melaksanakan rapat bersama dengan pengurus DPC ,” jelasnya.
Ia menegaskan, sikapnya bergabung dengan PDIP bukan karena cemburu dengan wakilnya Zakir Mando yang lebih dulu bergabung dengan partai Golkar. “Ini keinginan saya sendiri, ini pilihan politik saya dan ini hak politik saya yang pasti. Seperti yang saya katakan waktu saya di Manado sudah jadi anggota PDIP, dan itu sejak Pilkada Serentak 2015. Saya mendaftar calon bupati mengunakan KTA PDIP Manado, dan semua pengurus DPP PDIP mengetahui itu ,” jelasnya.
Lanjut Danny, kedepan PDIP Halmahera Barat memiliki pekerjaan rumah yang besar, karena diperhadapkan dengan Pilgub Maluku Utara, Pileg, dan Pilpres hingga masuk pada pilkada serentak. Sehingga itu kesiapan tentu mulai dari saat ini. Seperti diketahui, February 2016 lalu, Danny Missy dilantik sebagai bupati Halmahera Barat bersama Zakir Mando, wakilnya. Pasangan tersebut diusung koalisi PKB dan Hanura. (jun)
Danny dilantik menjadi kader PDIP Halmahera Barat oleh Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Kamaludin Watubun di acara Rakerda PDIP Maluku Utara di Royal Resto Ternate, Sabtu (5/8). Dia juga memakai almamater PDIP berwarna merah. Usai pelantikan, Danny mengaku tidak ada alasan dirinya bergabung ke PDIP. “Saya pilih berbangung dengan PDIP bukan karena ideologinya, tapi juga karena visi dan misi partai tersebut,” jelas dia.
Menurut Danny, setelah pelantikan ini, dirinya langsung balik ke Halmahera Barat melaksanakan rapat bersama dengan seluruh pengurus DPC PDIP. “Setelah pelantikan ini, saya langsung ke Halmahera Barat melaksanakan rapat bersama dengan pengurus DPC ,” jelasnya.
Ia menegaskan, sikapnya bergabung dengan PDIP bukan karena cemburu dengan wakilnya Zakir Mando yang lebih dulu bergabung dengan partai Golkar. “Ini keinginan saya sendiri, ini pilihan politik saya dan ini hak politik saya yang pasti. Seperti yang saya katakan waktu saya di Manado sudah jadi anggota PDIP, dan itu sejak Pilkada Serentak 2015. Saya mendaftar calon bupati mengunakan KTA PDIP Manado, dan semua pengurus DPP PDIP mengetahui itu ,” jelasnya.
Lanjut Danny, kedepan PDIP Halmahera Barat memiliki pekerjaan rumah yang besar, karena diperhadapkan dengan Pilgub Maluku Utara, Pileg, dan Pilpres hingga masuk pada pilkada serentak. Sehingga itu kesiapan tentu mulai dari saat ini. Seperti diketahui, February 2016 lalu, Danny Missy dilantik sebagai bupati Halmahera Barat bersama Zakir Mando, wakilnya. Pasangan tersebut diusung koalisi PKB dan Hanura. (jun)
